Info sehat - Jakarta, Sama seperti di Indonesia, negera-negara lain di dunia juga tengah menggalakkan kampanye anti rokok. Beberapa negara yang menggunakan metode kampanye anti rokok dengan melibatkan sisi emosional mantan perokok, telah terbukti sukses mengurangi jumlah perokok di negaranya.
Awal tahun ini, Centers for Disease Control (CDC) di Amerika meluncurkan metode kampanye massal dengan membuat iklan tentang tips-tips berhenti merokok dari mantan perokok. Metode ini terbukti efektif membantu perokok berhenti melakukan kebiasaannya yang tidak sehat.
Annals of Internal Medicine melakukan review dengan mensurvei kesadaran responden terhadap kampanye tersebut, sikapnya terhadap keinginan berhenti merokok, dan rasa kepedualiannya terhadap perokok pasif.
Para peneliti menyatakan bahwa iklan yang berupa testimoni dari mantan perokok merupakan strategi yang tepat untuk menjangkau dan mempengaruhi populasi perokok yang kian meluas. Cerita emosional yang menunjukkan risiko penggunaan tembakau lebih mengena di hati masyarakat daripada hanya sekedar tulisan larangan merokok.
"Iklan layanan masyarakat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan perokok terhadap penyakit serius yang disebabkan oleh nikotin, sehingga meningkatkan keinginan perokok untuk berhenti merokok sama sekali," kata Nancy Rigotti, MD, peneliti dari Massachusetts General Hospital.
Australia telah menerapkan metode ini dengan memasang iklan berhenti merokok di situs-situs yang banyak dikunjungi, serta menayangkannya di TV dan radio nasional.
"Setelah 3 bulan sejak pemasangan iklan tersebut, angka yang menunjukkan jumlah perokok berkurang hingga tiga kali lipat," kata Menurut Melanie Wakefield, PhD, peneliti dari Cancer Council Victoria, Australia seperti dilansir health.india, Kamis (27/09/2012).
Negara India juga telah menerapkan kampanye anti rokok melalui media massa dan pemerintahnya menetapkan bahwa sekitar 40 persen dari ruang depan bungkus rokok harus memuat peringatan bergambar tentang penyakit kardiovaskular yang mengancam perokok.
(ir/ir) detik health

No comments:
Post a Comment